Dampak Resesi Singapura Pada Ekonomi Kota Batam

 

 

 

Dr. Sri Langgeng Ratnasari, S.E., M.M.

Dosen Program Pascasarjana Universitas Riau Kepulauan

Sekretaris Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Batam

Wakil Ketua Asosiasi Dosen Indonesia (ADI) Wilayah Provinsi Kepulauan Riau

 

Singapura secara terjatuh dalam resesi, hal ini berdasarkan konfirmasi Kementerian Perdagangan dan Industri (MTI) mengkonfirmasi kejatuhan ekonomi pada kuartal II-2020. Ekonomi Singapura dari kuartal ke kuartal berkontraksi 41,2% dan secara tahunan ekonomi minus 12,6%. Hal ini menjadi angka kuartalan terburuk untuk Product Domestic Bruto (PDB) Singapura, bahkan sejak negara itu merdeka tahun 1965. Angka inilebih buruk dari yang diperkirakan oleh para pengamat, padahal Pemerintah Singapura telah meluncurkan paket stimulus hingga 100 M US Singapura.

Keadaan tersebut membuat Singapura memasuki resesi untuk pertama kalinya di tahun 2009, dimana hal ini terjadi karena virus Corona (Covid-19) yang membuat Singapura semi lockdown (circuit breaker). Singapura memberlakukan circuit breaker 7 April sd 1 Juni 2020, warga diminta tetap di rumah, tempat kerja ditutup.

Kasus Covid-19 di Singapura mencatat 46.000 kasus, 26 orang meninggal dan 42.000 sembuh. Kasus Covid-19 tinggi akibat merebaknya penyakit Covid-19 di asrama pekerja migran. Sektor konstruksi mengalami kontraksi 95,6% (qtq) dan 54,7% (YoY), dimana sektor jasa juga menurun 13,6% (YoY), hal ini dikarenakan adanya pembatasan perjalanan yang dilakukan, terutama parisiwata dan transportasi, dan hanya sector manufaktur yang meningkat 2,5% di kuartal II, hal ini dikarenakan lonjakan output dalam manufaktur biomedis.

Melihat kondisi resesi Singapura, akan berdampak pada ekonomi Kota Batam, hal ini dikarenakan: 1) Letak Singapura dan Kota Batam yang sangat berdekatan, 2) Singapura merupakan tujuan utama ekspor Kota Batam, 3) Wisman asal Singapura merupakan wisman terbanyak yang berkunjung ke Kota Batam sebanyak 1,05 juta sebesar 54% dari jumlah wisman, 4) Impor dan pengiriman barang via Singapura untuk Kota Batam terhambat sejak Maret 2020 sehingga menghambat industry manufaktur di Kota Batam, 5) Transportasi Batam, Singapura, Malaysia lumpuh dan mengancam perusahaan transportasi laut gulung tikar, 6) Investor Singapura merupakan salah satu investor yang cukup dominan khususnya ivestasi properti.

Oleh karena itu, diperlukan langkah2 antisipasi untuk mengeliminir dampak resesi Singapura pada perekonomian Kota Batam, diantaranya dengan cara mencari peluang dan alternatif ekspor ke negara lain yang potensial, memperkuat daya tahan perekonomian Kota Batam dengan cara lebih memprioritaskan membeli dan menggunakan produk lokal, meningkatkan animo wisatawan lokal Batam untuk melakukan wisatawan di Kota Batam sendiri, meningkatkan ketahanan pangan keluarga dengan menanam sayur dan beternak sederhana untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga, hidup sehat dan selalu mematuhi protokol kesehatan agar pandemic Covid-19 tidak semakin menyebar di Kota Batam, rajin berolahraga untuk menjaga daya tahan tubuh agar tetap sehat. Tulisan ini telah dipublikasikan di Tribun Batam, Rabu 22 Juli 2020 dengan judul Cari Peluang Negara Lain. (SLR).